Friday, September 08, 2006
Kowak malam abu atau dikenal dengan nama Nycticorax nycticorax mulai November 2005 resmi menjadi penghuni tetap Jl. Ganeca depan kampus ITB. Burung ini jarang ditemukan beraktivitas di pagi dan siang hari. Burung ini lebih sering ditemukan beraktivitas di sore hingga dini hari sehingga sering disebut dengan burung nocturnal.
Burung ini memiliki Kebiasaan yang cukup unik sebelum mencari makan yaitu terbang berputar-putar di sekitar habitat bersarang (koloni) mulai pukul 15.00 hingga maksimum pukul 18.00 Burung ini mulai mencari makan dengan terbang menuju arah tertentu mulai pukul 18.00. Aktivitas ini dapat diamati hingga pukul 19.00. Lewat waktu tersebut tidak dapat diamati secara visual karena langit mulai gelap sehingga pengamatan mengenai jalur terbang dari burung tersebut hanya dapat dilakukan secara auditorik.Arah yang dituju untuk mencari makan : 210,160,130,120,165, 140 derajat dr utara. Sehingga setelah dipetakan dapat dilihat bahwa daerah yang dituju : Majalaya, Banjaran/Dayeuhkolot, Marga cinta, Padalarang, dan yang menuju arah utara belum diketahui. Sebagian besar burung ini menuju arah margacinta-majalaya dimana jumlah lahan basah tempat mencari makan Untuk memandu burung yang tertinggal dr koloni, kowak menggunakan echo yang berulang
Burung ini memiliki Kebiasaan yang cukup unik sebelum mencari makan yaitu terbang berputar-putar di sekitar habitat bersarang (koloni) mulai pukul 15.00 hingga maksimum pukul 18.00 Burung ini mulai mencari makan dengan terbang menuju arah tertentu mulai pukul 18.00. Aktivitas ini dapat diamati hingga pukul 19.00. Lewat waktu tersebut tidak dapat diamati secara visual karena langit mulai gelap sehingga pengamatan mengenai jalur terbang dari burung tersebut hanya dapat dilakukan secara auditorik.Arah yang dituju untuk mencari makan : 210,160,130,120,165, 140 derajat dr utara. Sehingga setelah dipetakan dapat dilihat bahwa daerah yang dituju : Majalaya, Banjaran/Dayeuhkolot, Marga cinta, Padalarang, dan yang menuju arah utara belum diketahui. Sebagian besar burung ini menuju arah margacinta-majalaya dimana jumlah lahan basah tempat mencari makan Untuk memandu burung yang tertinggal dr koloni, kowak menggunakan echo yang berulang
Adapun tempat yang sangat disarankan untuk mengamati burung ini ketika berangkat mencari makan adalah di Lapangan Gazebo depan Gedung Sate. Pemandangan burung yang terbang dalam jumlah besar tersebut dapat dikontraskan dengan warna langit saat matahari terbenam.
Burung-burung ini mulai berdatangan kmbali ke habitatnya di Jalan Ganeca mulai pukul 01.30 dini hari dalam keadaan perut kenyang dan tak jarang pula banyak induk burung yang membawa makanan untuk anak-anak yang berada di sarang. Sehingga dapat dipastikan, suasana dini hari menjadi gaduh oleh suara anak-anak kowak yang meminta jatah makan kepada induknya. Jenis pakan yang dikonsumsi kowak diantaranya adalah Ikan (berbagai ukuran, mulai yang berukuran kecil sebesar kelingking orang dewasa hingga yang berukuran besar dengan panjang sekitar 13 cm), lele, katak, tikus, dan belut (sesuai hasil pengamatan dan dibuat awetan basah).
Sepanjang penelitian yang saya lakukan, belum dapat dipastikan pada bulan apa Kowak mengalami musim kawin. Yang jelas datangnya musim kawin (breeding) akan ditandai oleh 2 hal penting yaitu :
1. Terjadi aktivitas membangun sarang dengan ciri mulai adanya individu burung yang membawa sarang atau berusaha mematahkan ranting-ranting yang kecil
2. Warna kaki yang berubah dari semula berwarna kuning menjadi berwarna merahSetelah periode kawin, burung kowak ini memasuki masa pengeraman (nestling) dimana periode ini merupakan periode paling sensitif. Warna telur burung kowak menyerupai telur asin.




